Banyak orang menggambarkan sholat khusyu’ itu menjadi sesuatu yang sangat abstrak. Memang pada hakikatnya khusyu’ itu adalah rahmat Allah, namun kita perlu menyadari pula bahwa rahmat Allah itu tidak serta merta diberikan begitu saja kepada kita, jika kita pun tidak berusaha untuk mendapatkannya.
Ikhtiar kami ini adalah salah satu cara agar khusyu’ dalam sholat dapat kita dapatkan dengan melakukan usaha-usaha tertentu yang kami formulasikan dalam tatanan yang dapat terukur, sehingga tidak abstrak lagi. Tatanan ini kami namai dengan Levelisasi Sholat Khusyu’ :
Khusy’u adalah suatu rangkaian, bagaimana mungkin kita mendapatkannya kalau ritual-ritual yang kita lakukan dari awal hingga akhir tidak mencerminkan kekhusyu’an. Ritual dimulai dari level persiapan yang seharusnya dimulai dengan mengukuhkan semua perhatian kita hanya kepada sholat, lalu meningkat pada level gerakan yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan petunjuk nabi dan dengan tenang dan tuma’ninah, sebab bagaimana kita bisa mendapat kekhusyu’an kalau gerakan kita tidak benar dan terburu-buru. Level selanjutnya adalah level bacaan, tentu ucapan bacaan sholat yang kita lakukan harus sesuai dengan petunjuk nabi, dengan tartil, lirih dan menghiba. kemudian level pikiran, berusaha berkonsentrasi penuh dengan seluruh sholat kita, memahami makna namun tetap menyadari lingkungan sekitar kita, sehingga kita tetap dapat mengingat sudah berapa rakaat sholat kita misalnya. Terakhir, tingkatan yang paling tinggi adalah level khusyu’ perasaan, level ini akan membawa kenikmatan bagi yang melaksanakannya. Komunikasi dengan Allah begitu syahdunya dan inilah rahmat yang Allah janjikan itu. Nikmatnya melaksanakan sholat tentu saja tidak hanya dapat dicapai dengan melaksanakan tiap level itu dengan sebaik-baiknya, tapi juga kita harus berusaha mengamalkan hikmah sholat pada kehidupan kita sehari-hari. tanpa pengamalan tentu rahmat Allah tidak akan turun, karena pengamalan adalah manifestasi implementasi sholat kita agar kita menjadi manusia yang menebarkan ‘rahmat’ bagi semua yang ada di sekelilingnya.
DIarsipkan di bawah: Sholat Khusyu itu Mudah





Subhanallah…Syukron informasinya..
Saya baru tahu kalau khusyuk itu ada levelnya. Masalahnya tidak diajarkan dalam Al Quran dan Hadits sih.(?) Bahkan Rasulullah ketika Shalat masih mendengar adanya anak kecil yang menagis minta perhatian orang tuanya. Artinya dalam shalat itu Nabi pun masih memikirkan umat. Salam kenal
Mas Susiyanto yang baik
Mengenai Levelisasi Sholat khusyu yang kami ajarkan semuanya bersumber dari al-Qur’an & AlHadis, seperti bagaimana NAbi melakukan PERSIAPAN sholat, seperti apa GERAKAN dan BACAAN sholat yang diajarkan NAbi serta bagaimana mengkonsentrasikan PIKIRAN dalam sholat & mgnhadirkan PERASAAN ketika mengerjakan sholat seperti yang dituntunkan oleh NAbi. Semuanya diajarkan dan disampaikan NAbi dalam tercantum hadits2 & ayat2 yang terpisah, tidak dalam satu hadits yang utuh yang menceritakan bagaimana nabi melakukan persiapan, gerakan, bacaan, pikiran sampai perasaan.
Tugas kami hanyalah menyarikannya &mestrukturisasi apa2 yang telah disampaikan NAbi dari berbagai sumber hadits dan ayat2 Al-Qur’an dalam bentuk levelisasi utk mencapai sholat yang khusyu, agar lebih mudah difahami dalam bahasa ummat saat ini. Syukron, semoga penjelasan ini dapat memberikan tambahan wawasan kpd MAs Susiyanto. Ujntuk lebih jelasnya Mas SUsiyanto dpat membaca buku kami Manajemen Sholat menuju Khusyu’ & Nikmat.